Role of Society Sada Ahmo (PESADA) In Increasing Consciousness Politics Women

Authors

  • Reni Andriani Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.35335/ijosea.v9i2.29

Keywords:

Roles, Sada Ahmo Society (Pesada), Political Awareness.

Abstract

More than half the Indonesia's population is women with the level of participation in the elections which quite high, however very unfortunate participation of which done of women still are passive or without consciousness full. This case not apart rather than political consciousness of women who can said to be low let alone in level regions/village because of the limited opportunity and access who obtained by women. Political rights of women are also not fully understood as individual rights, but very patriarchal or based on power relations around women, for example, a wife who followed her husband's political choice. And this is also caused by the functioning of political parties in providing political education to the public, it needed an alternative to other agencies in conducting political education and one of these institutions is Non-Governmental Organization (NGO) or commonly referred to as non-governmental organizations (NGO). Therefore, in this study I will try to elaborate or describe the role of NGOs/NGO Sada Ahmo Society (Pesada) in its efforts to increase women's political consciousness. Theory is used to analyze the study was the theory of the role, NGOs/NGO, the theory of political participation through new social movements, political consciousness theory, gender theory and feminist theory to determine or as an approach to understanding women's movement. Pesada have a role in increasing women's political awareness with the political education program Education / Gender Awareness, Discussion Regarding the Issue of Women, Introduction to Law No.7/1984, Introduction to Government Systems and Political Law, Education Introduction to Gender Based Violence, Discussion on Regional Autonomy Law, as well as Field practices such as hearings, action and dialogue.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aminuddin, M. F. (N.D.). Menakar Ulang Basis Legitimasi Politik Islam: Mundurnya Patrimonialisme Dalam Masyarakat Santri.

Anto, J. 2006. 15 Tahun Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA), Medan : PESADA.

Asnawi, H. S. (2011). Politik Hukum Perlindungan Hak-Hak Asasi Manusia Kaum Perempuan Di Indonesia (Studi Tentang Upaya Mewujudkan Keadilan Dan Kesetaraan Gender Kaum Perempuan Di Bidang Kesehatan Era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono/SBY). UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA.

Azmy, A. S. (2012). Negara dan Buruh Migran Perempuan: Menelaah Kebijakan Perlindungan Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2010. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Basilica, Dyah Putranti. 2007. SDM, Tantangan masa depan : reposisi gender dalam pembangunan. Yogyakarta. Gadjahmada.

Budiardjo, Miriam. 2004. Dasar – Dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT.Gramedia

Choir, A., Aijudin, A., Mibtadin, M., & Hermawan, S. (2012). Pergeseran Relasi Gender Perempuan Samin (Studi Tentang Pembagian Kerja dalam Masyarakat Samin Desa Kemantren Kabupaten Blora). Forum Ilmu Sosial, 39(1).

Fatmawati, F. (2007). Implementasi Hak Politik Perempuan dalam Masyarakat Islam di Sulawesi Selatan (Studi pada Lembaga Legislatif Sulawesi Selatan). Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Fauzi, Noer. 2005. Memahami Gerakan-gerakan Rakyat Dunia Ketiga, Yogyakarta : Insist Press

Gaffar, Affan. 1997. Kekuatan-Kekuatan Politik Kontempoer di Indonesia, Jakarta : Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri.

Hanim, Razya. 2010. Perempuan dan Politik, Jakarta : Madani Institute.

Hendri, E. (2010). Wacana marjinalisasi politik perempuan dalam media (studi analisis wacana marjinalisasi perempuan dalam berita calon legislatif tahun 2009 di harian Jawa Pos periode 1 maret-30 april 2009).

Hubeis, A. V. S. (2011). Pemberdayaan perempuan dari masa ke masa. PT Penerbit IPB Press.

Huntington, P. Samuel & Joan Nelson, 1994, Partisipasi Politik, Jakarta: Rineka Cipta.

Idrus, Muhammad. 2002. Metode Penelitian Ilmu Sosial, Jakarta : Penerbit Erlangga.

Irianto, S. (2003). Perempuan di antara berbagai pilihan hukum: studi mengenai strategi perempuan Batak Toba untuk mendapatkan akses kepada harta waris melalui proses penyelesaian sengketa. Yayasan Obor Indonesia.

Irianto, S. (2006). Perempuan & hukum. Yayasan Obor Indonesia.

Kariadi, S., & Dhakidae, D. (n.d.). Representasi Popular dalam Penganggaran Partisipatif. Indonesian Centre for Democracy and Human Rights.

Khotimah, E. (2007). Studi Komparatif Fragmentatif Program IDT dengan Program Pemberdayaan Perempuan Melalui Mikro Kredit Grameen Bank di Bangladesh. MIMBAR: Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 23(2), 195–220.

Lestari, Y. (2008). Persepsi dan Partisipasi Anggota DPRD Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Kesetaraan Gender. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Lumbantobing, Dina, dkk. 2010. Pesada Menulis di Usia 20 Tahun. Sidikalang. Pesada.

Lumbantobing, Dina. 2010. ‘Poelitik’ apa iya politik Cuma milik laki-laki, Sidikalang : Pustaka pelajar

Mahardika, F., & KEBUDAYAAN, K. P. D. A. N. (n.d.). Lembaga Swadaya Masyarakat (Lsm) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Skripsi.

MKS, K. (2009). Obsesi perempuan dalam menggapai kebebasan dan emansipasi.

Mochtar, H. (2011). Demokrasi dan politik lokal di kota santri. Universitas Brawijaya Press.

Muhammad, K. H. H. (2004). Islam Agama Ramah Perempuan; Pembelaan Kiai Pesantren. LKIS PELANGI AKSARA.

Mulyadi, M. (2011). Penelitian kuantitatif dan kualitatif serta pemikiran dasar menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 15(1), 128–137.

Mun’im A, S. (2003). Membendung militansi agama: iman dan politik dalam masyarakat modern. Penerbit Erlangga.

Murniati, A.Nunuk P. 2004. Getar gender buku pertama, perempuan Indonesia dalam persfektif sosial, politik, ekonomi, hukum dan HAM. Magelang : Indonesiatera.

Nasution, M.Arif dkk. 2008. Metode Penelitian, Medan : Fisip USU Press

Pieris, J. (2004). Tragedi Maluku: sebuah krisis peradaban: analisis kritis aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Yayasan Obor Indonesia.

Sagoro, H. A. (2012). Partisipasi Perempuan Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Sebagai Wujud Pemenuhan Hak Warga Negara Di Bidang Politik Di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta.

Strauss, A., & Corbin, J. (2003). Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiri, L. (2012). Peranan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat. Publica, 2(1).

Sudarsono, Juwono (ed). 1976. Pembangunan dan Perubahan Politik, Jakarta : Gramedia

Suryono, A. (2010). Dimensi-dimensi Prima teori pembangunan. Universitas Brawijaya Press.

Sobirin, Akhmad. 2007. Budaya Organisasi. Yogyakarta; STIM YKPN.

Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta. Raja Grafindo Persada

Soetjipto, Ani. 2011. Politik Harapan, Tangerang : Marjin Kiri

Suyanto, Bagong dkk. 2008. Metode Penelitian Sosial, Jakarta : Kencana.

Susanto, Astrid S. 1998. Masyarakat Indonesia Memasuki Abad 21, Dirjen dikti depdikbud

Susilo K, Zumrotin dkk. 2000. Perempuan Bergerak, Yogyakarta : Yayasan Lembaga Konsumen Sulsel – The Ford Foundation.

Surbakti, Ramlan. 1999.Memahami Ilmu Politik, Jakarta : Gramedia.

Wahyudhi, dkk. 2002. Etnis Pakpak dlam Fenomena Pemekaran Wilayah (Mmepertanyakan Partisipasi Politik Perempuan Dalam Masyarakat Adat), Sidikalang : Yayasan Sada Ahmo – The Asia Foundation.

Wahyudi, B. (2007). Partisipasi Politik Elit Politik Perempuan Kota Semarang dalam Pemilu Tahun 2004. Universitas Negeri Semarang.

Widodo, S. A. (2007). Islam dan Demokrasi Pasca Orde Baru. UNISIA, 30(65).

Wisnumurti, A. A. G. O. (2012). Relasi kuasa penguatan demokrasi lokal di Bali. Udayana University Press.

Downloads

Published

2019-08-30

How to Cite

Andriani, R. . (2019). Role of Society Sada Ahmo (PESADA) In Increasing Consciousness Politics Women. International Journal on Social Science, Economics and Art, 9(2), 60–69. https://doi.org/10.35335/ijosea.v9i2.29